Membangun Jiwa Wirausaha Menuju Indonesia Maju: Seminar Literasi Keuangan dan Tantangan Pembiayaan UMKM di Universitas Sari Mutiara Indonesia
Medan, (USM-Indonesia News) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia (FEB USM-Indonesia) sukses menggelar seminar bertajuk “Literasi Keuangan dan Tantangan Pembiayaan bagi UMKM” yang berlangsung di Hall LPMI USM-Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga keuangan dan akademisi, serta dihadiri oleh tokoh nasional dan para mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya acara.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH., MM, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan generasi muda. Menurutnya, membangun Indonesia yang kuat dan mandiri harus dimulai dari pengembangan sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki daya saing serta kreativitas tinggi.
“Kemandirian ekonomi bangsa tidak akan tercapai tanpa keberanian untuk berwirausaha. Karena itu, kita perlu menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini sebagai pondasi membangun Indonesia,” ujar Dr. Parlindungan Purba.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Bapak Gde Sumarjaya Linggih, anggota DPR RI Komisi VI, yang dalam sambutannya menyoroti peran penting pemerintah dalam memberikan dukungan konkret bagi pelaku UMKM, terutama dalam akses permodalan dan literasi keuangan.
“Pemerintah terus berkomitmen memperkuat UMKM melalui kebijakan pembiayaan inklusif dan program pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu tumbuh dan bersaing di pasar nasional maupun global,” ungkap Gde Sumarjaya Linggih.
Tiga narasumber utama turut memberikan wawasan mendalam terkait tema seminar.
Narasumber pertama, Yoppi Kusnanda dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam membangun bisnis. Menurutnya, bisnis yang dikelola dengan prinsip kejujuran akan menjadi jaminan utama untuk keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Sementara itu, Arwita R. Pasaribu dari Bank Sumut menjelaskan bahwa memulai bisnis tidak harus dengan modal besar. Ia mendorong generasi muda agar berani memulai usaha dari skala kecil dengan kreativitas dan strategi yang tepat.

“Banyak pengusaha besar berawal dari modal kecil. Yang terpenting adalah komitmen, keberanian mengambil risiko, dan manajemen keuangan yang baik,” ujarnya.
Kemudian, Indra Jaya, dosen FEB USM-Indonesia, menginspirasi peserta dengan pandangan bahwa setiap ide, meskipun dianggap tidak mungkin oleh orang lain, bisa menjadi peluang besar jika digarap dengan serius dan memiliki potensi ekspor.
“Banyak ide kecil justru menjadi besar karena ada tekad dan keberanian untuk mencoba. Jangan takut berbeda, karena inovasi lahir dari keberanian berpikir di luar kebiasaan,” tuturnya.
Di akhir acara, Dr. Parlindungan Purba, SH., MM menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Gde Sumarjaya Linggih atas kehadirannya serta dukungan yang diberikan kepada dunia pendidikan dan UMKM.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gde Sumarjaya Linggih yang telah berkenan hadir dan memberikan wawasan yang sangat berharga. Dukungan beliau kepada sektor UMKM merupakan motivasi besar bagi kami di dunia pendidikan untuk terus melahirkan wirausaha muda yang tangguh dan berintegritas,” ungkap Dr. Parlindungan Purba.
Seminar ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada para narasumber. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata Fakultas Ekonomi dan Bisnis USM-Indonesia dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inovatif, beretika, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.